WhatsApp Image 2022-09-13 at 1.49.49 PM

STIKES Suaka Insan bekerjasama dengan FIRREC dalam penyelenggaraan Pelatihan Etik Kesehatan dan Good Clinical Practice (GCP)

Penulis: Chrisnawati

Banjarmasin, 30 Agustus s.d2 Juli 2022. STIKES Suaka Insan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat-nya bekerjasama dengan FIRREC (Forum of Indonesian Recognized Research Ethics Committee) mengadakan Pelatihan Etik Penelitian Kesehatan (EPK) dan Good Clinical Practice (GCP) atau Cara Uji Klinik yang Benar (CUKB) selama 4 hari. Kegiatan ini dibagi menjadi dua pelatihan yaitu Etik Penelitian Kesehatan pada tanggal 30 s.d 31 Agustus 2022 dan Good Clinical Practice (GCP) atau Cara Uji Klinik yang Benar (CUKB) pada tanggal 1 s.d 2 Juli 2022. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua STIKES Suaka Insan, Sr. Imelda Ingir Ladjar, SPC, BSN, MHA sekaligus membuka acara dan dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. drg. Anton Rahardjo, M.Sc. (PH), PH.D, ketua FIRREC.

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai institusi pendidikan, rumah sakit maupun peneliti, dan dari berbagai profesi kesehatan seperti dokter, perawat, farmasi, fisioterapis, mahasiswa, dan lain sebagainya. Peserta tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan tetapi juga dari sejumlah daerah seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Bali, Bojonegoro, Temanggung, Yogyakarta, dan Surabaya. Total peserta pada kegiatan pelatihan EPK berjumlah 50 orang dan kegiatan pelatihan GCP berjumlah 45 orang. Pelatihan ini  diselenggarakan selama total empat hari, dilaksanakan secara daring dan intensif. Dalam pelatihan, peserta menyimak dan mendiskusikan materi-materi penting dalam Etik Penelitian Kesehatan, GCP, dan kasus-kasus yang berkaitan dengan masalah etik pada saat penelitian.

Pembukaan Kegiatan Pelatihan Etik Penelitian Kesehatan dan Cara Uji Klinik yang Baik, STIKES Suaka Insan dan FIRREC.

STIKES Suaka Insan mengirimkan 20 orang dosennya untuk mengikuti kegiatan ini, dengan harapan ke depan dapat membentuk Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) milik STIKES Suaka Insan yang memfasilitasi kaji etik untuk penelitian kesehatan secara internal maupun eksternal institusi. Selain itu, para dosen juga diharapkan dapat menjalankan dan melaksanakan kegiatan penelitian dengan menerapkan prinsip-prinsip etik penelitian yang melindungi dan menjaga hak subjek/responden/partisipan dengan baik.

Pembukaan pelatihan secara daring.

Narasumber-narasumber pada kegiatan ini merupakan anggota KEPK pada institusi-institusi di Universitas, Rumah Sakit, BPOM yang telah lama berkecimpung di KEPK institusi masing-masing dan memiliki pengalaman di bidang kaji etik dan CUKB sesuai dengan bidang kesehatan dan profesinya. Seluruh narasumber pada dua kegiatan pelatihan EPK dan CUKB ini antara lain: Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, M. Pharm., Apt.(KEPPKN), Prof. Dr. Dr. Teguh Wahju Sardjono, DTM&H, MSc, SpParK (KEPK FKUB), Dr. dr. Anak Agung Sagung Sawitri, MPH (KEPK FK Udayana), Dr. dr. Wahyu Siswandari, Sp.PK., M.Si. Med (KEPK FK UNSOED), Dr. Magdarina D. Agtini, MSc (KEP MRIN), Prof. dr. Emiliana Tjitra, M.Sc, Ph.D (KEPPKN), drh. Safarina G. Malik, MS. PhD (KEPK FKUI), Suharyati, S.T., M.Si (KEPK Poltekkes JKT II), Prof. Dr. Titin Andri Wihastusti, S.Kp. M.Kes (FKUB), Drh Endi Ridwan (KEPK FKUI), . Desak Ketut Ernawati, S.Si, Apt., PGPharm., M.Pharm, Ph.D (KEPK FK Udayana), Prof. Dr. dr. I Gde Raka Widiana, Sp.PD-KGH (KEPK FK Udayana), Drs. Ondri Dwi Sampurna, M.Si, Apt (KEPPKN), Drs. Hary Wahyu Triestanto Wibowo, Apt. (BPOM), dr. Muhammad Hasan Bashari, M.Kes., PhD (KEP UNPAD), Prof. Dr. Meita Dhamayanti, dr., SpA(K), M.Kes (KEP UNPAD), Prof.dr. Pratiwi P. Sudarmono Ph.D, Sp.MK(K) (KEPPKN), Dr.dr. Irawaty Djaharuddin, Sp.P(K) (KEPK FK UNHAS), dr. Nafrialdi, SpPD, Ph.D (KEPK FK UI).

Pada kegiatan pelatihan ini dipelajari materi-materi penting tentang kaji etik dan cara uji klinis yang benar serta cara menganalisa protokol-protokol penelitian untuk kaji etik agar mencapai tujuan untuk “melindungi” subyek dan juga peneliti.

Semua pengalaman pelatihan yang diperoleh peserta, dan khususnya tim pengelola LPPM dibawah institusi STIKES Suaka Insan, diharapkan dapat segera dan secepatnya membentuk komite etik, menyusun setiap proses, dan alur yang tepat dalam pelayanan kaji etik di lingkungan internal maupun eksternal, sehingga memberikan sumbangsih dalam peningkatan kualitas publikasi ilmiah ilmu kesehatan secara nasional maupun international.

STIKES Suaka Insan berkomitmen untuk mewujudkan program pembentukan KEPK dalam upaya meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah dibidang kesehatan di Indonesia. Semoga program dapat terwujud dan siap untuk melayani peneliti-peneliti kesehatan. In Omnibus Caritas.

Ibu Chrisnawati, MSN, Sr. Margaretha Martini, SPC dan Bapak Aulia Rachman, M.Kep yang sedang mengikuti kegiatan pelatihan Etik Penelitian Kesehatan dan GCP di salah satu ruangan di STIKES Suaka Insan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *