Sejarah STIKES Suaka Insan

A. LATAR BELAKANG

               Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Suaka Insan dimulai sejak berdirinya Program Sekolah Penjenang Kesehatan Umum (SPKU) pada tahun 1972 dengan tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan tenaga perawatdi Rumah Sakit Suaka Insan, Banjarmasin yang diresmikan pada tahun yang sama yaitu  tahun 1972. Selain memenuhi tenaga keperawatan di RS. Suaka Insan, program ini juga dibuka untuk memberi kesempatan pendidikan kejuruanbagi lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan membantu pemerintah dalam penyediaan tenaga perawat. Program ini meluluskan 4 angkatan dan 99,5% dari mereka telah mengikuti “ Suplementary Trainning” selama 1 tahun sehingga pendidikan mereka sejajar dengan pendidikan Sekolah Perawat Kesehata (SPK). Program eSPKU ditutup pada tahun 1979 dan setelah itu tidak ada lagi kegiatan sekolah selama 2 tahun.

               Pada tahun 1981 Yayasan Suaka Insan Suster-Suster Santo Paulus dari Chartres, Banjarmasin mulai lagi membuka program Pendidikan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Suaka Insan Banjarmasin yang menerima peserta didik lulusan SMP atau sederajat. Dalam perjalanan waktu program ini meluluskan 14 angkatan dan hampir semua lulusan terserap di semua tatanan pelayanan kesehatan, baik pemerintah, swasta, Puskesmas dan Perusahaan, baik di lokal maupun nasional. 

               Seiring dengan proses yang berjalan dan mengikuti program pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak maka didirikan juga Pendidikan Kebidanan Program A. Atas kepercayaan pemerintah juga maka sekolah Perawat Suaka Insan menyelenggarakan pendidikan Bidan A dan C.

               Dalam kurun waktu 12 tahun SPK Suaka Insan berubah statusnya dari jenjang pendidikan menengah (JPM) menjadi jenjang pendidikan tinggi (JPT)yang disahkan melalui Surat Keputuasan Menteri Kesehatan RI no HK.00.06.1.1.4798 tanggal 1 Desember 1994. AKPER Suaka Insan sudah menerima mahasiswa angkatan I tahun ajaran 1995/1996. Setelah meluluskan 2 angkatan pada bulan Maret 2000 terakreditasi dengan strata A.

               Pada tahun 2006 Dikti mengijinkan menyelenggarakan Program Studi Sarjana (S1) dan perubahan bentuk AKPER menjadi STIKES yang disahkan melalui SK Mendikbud No 244/D/O/2006. Pada tahun 2007 STIKES Suaka Insan mulai menerima mahasiswa baru untuk pendidikan sarjana terhitung sejak tahun akademik 2007/I.

 

B. TUJUAN DAN MANFAAT

  1. Meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan untuk menghasilkan lulusan professional dalam bidangnya, terutama bidang medikal bedah, dan berwawasan global yang didukung kemampuan manajerial.
  2. Meningkatkan kualitas dan relevansi penelitian, pengembangan sumber daya manusia dan pengabdian masyarakat.
  3. Mengembangkan jaringan kerjasama yang sinergis dengan stakeholders.
  4. Meningkatkan posisi STIKES ditingkat lokal, nasional dan internasional
  5. Mengembangkan tata kelola organisasi  STIKES Suaka Insan yang efektif dan efisien.

 

C. SASARAN

  1. Terwujudnya keunggulan dibidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi.
  2. Terwujudnya bidang kemahasiswaan dan alumni
  3. Terwujudnya keunggulan tenaga pengajar yang berkualitas tinggi dan terbaik dalam bidangnya.
  4. Terwujudnya keunggulan tenaga kependidikan yang kualified dalam bidang pelayanan kemahasiswaan.
  5. Terciptanya keunggulan dalam kebebasan akademik dan suasana akademik yang kondusif
  6. Memiliki fasilitas yang memadai untuk bidang akademis (Gedung yang representatif, perpustakaan yang lengkap, laboratorium yang memadai)
  7. Mempunyai pendanaan yang memadai untuk menunjang proses belajar mengajar, penelitian dan pengabdian masyarakat.
  8. Terciptanya kerjasama international dalam program akademis, penelitian dan pengabdian masyarakat.