DSCF6336

CAPPING, PINNING, AND NIGHTINGALE LAMP CEREMONY PRODI SARJANA KEPERAWATAN ANGKATAN XIV & XV STIKES SUAKA INSAN BANJARMASIN

Gita Permata Hatika*, Elisabet**, Maria Frani Ayu Andari Dias***

Banjarmasin, 03 Juni 2022. Pandemik Covid-19 yang terjadi selama hampir 3 tahun ini, telah mentransformasi berbagai tatanan hidup masyarakat, termasuk didalamnya adalah tatanan pendidikan dan pelayanan kesehatan. Institusi pendidikan kesehatan, yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melatih mahasiswa/I dalam bidang pendidikan dan juga kesehatan harus menerima dampak yang luar biasa dari kebijakan-kebijakan yang dilahirkan sebagai respon terhadap pandemik Covid-19.

Selama masa pandemik, kegiatan belajar mengajar, dan praktik lapangan harus dimodifikasi sedemikian rupa agar dapat mencapai tujuannya sekaligus mengupayakan agar tetap menjaga keselamatan serta kesehatan pengajar dan peserta didiknya. Beberapa kegiatan-kegiatan rutin harus dimodifikasi dan bahkan ditiadakan sambil menunggu situasi dan kondisi menjadi aman dan terkendali. Termasuk didalamnya adalah kegiatan Capping, Pinning, and Nightingale Lamp Ceremony atau yang juga dikenal sebagai “Capping Day,” yang menjadi bagian penting yang menandai kesiapan Mahasiswa/i Pendidikan Ilmu Keperawatan untuk melakukan praktik lapangan di tempat-tempat pelayanan kesehatan seperti Rumah sakit, Puskesmas dan masih banyak lagi. Pada beberapa kesempatan kegiatan Capping, Pinning, and Nightingale Lamp Ceremony harus ditunda dan bahkan dimodifikasi dengan tujuan keamanan dan keselamatan pelaksananya.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, STIKES Suaka Insan akhirnya memutuskan untuk yang pertama kalinya sejak pandemik covid-19 berlangsung, untuk mengadakan kegiatan Capping, Pinning, and Nightingale Lamp Ceremony secara luring atau offline. Kegiatan ini dipersiapkan jauh-jauh hari, sambil menyimak dengan seksama himbauan untuk beraktivitas dan melakukan kegiatan bersama di ruangan.  Setelah melalui proses pembentukkan panitia oleh ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Ibu Theresia Jamini, S.Kep.,Ners.,M.Kep dilanjutkan dengan latihan dan pemantapan, acara kemudian dapat dilangsungkan dengan meriah dan hikmat pada hari Jumat, 3 Juni 2022 di ruang pertemuan Miriam Hall, lantai tiga Poliklinik, Rumah Sakit Suaka Insan. Acara ini pun dihadiri oleh dosen dan staff dari institusi pendidikan, staff karyawan Rumah Sakit Suaka Insan atau Clinical Instructure (CI) lahan, Mahasiswa/I Angkatan XIV dan XV, anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan orang tua dari Mahasiswa/i.

Capping Day merupakan upacara yang berisikan tindakan pemasangan kap, penyematan papan nama, dan prosesi penyalaan Nightingale’s lamp yang menjadi ciri khas sekaligus keunikan kegiatan ini. Nightingale’s Lamp Ceremony  sendiri merupakan suatu bentuk peringatan, penghormatan dan penghargaa kepada seorang tokoh keperawatan yang menjadi pelopor keperawatan modern yaitu, Florence Nightingale.

Sudah menjadi tradisi bagi mahaiswa/I keperawatan STIKES Suaka Insan Banjarmasin ketika sudah dua tahun pendidikan atau selama empat semester untuk melalui kegiatan Capping, Pinning, and Nightingale Lamp Ceremony. Kegiatan ini merupakan gerbang awal bagi Mahasiswa/i keperawatan untuk dapat memulai prakteknya di Rumah Sakit atau layanan kesehatan lainnya. Rangkaian kegiatan pada malam itu diawali dengan mahasiswa/I memasuki ruangan, dilanjutkan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Gambar 1. Ketua STIKES Suaka Insan, Sr. Imelda Ingir Ladjar, SPC.,BSN.,MHA, sedang memberikan sambutannya.

Sr. Imelda Ingir Ladjar, SPC.,BSN.,MHA, Ketua STIKES Suaka Insan, dalam sambutannya, menyampaikan,

Kesempatan ini (Capping, Pinning, And Nightingale Lamp Ceremony, Red.) adalah moment yang ditunggu oleh Mahasiswa/i keperawatan agar dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat selama empat semester. Sudah melaksanakan kegiatan Capping, berarti sudah siap membantu pasien di tempat praktik. MahasiswaiI pendidikan ilmu keperawatan, diharapkan dapat telaten dalam mengembangkan kemampuannya, memberikan kesejukan, kenyamanan, sentuhan dan sapaan bagi pasien yang terbaring di rumah sakit.” Tidak lupa, beliau juga berpesan agar dosen, perawat, dan orang tua turut berperan dalam mendampingi dan mendukung Mahasiswa/i perawat agar mereka sungguh-sungguh mencintai dan menjiwai profesi mereka.

Dalam sambutan yang kedua oleh Direktur Rumah Sakit Suaka Insan, dr. Sherly Nata, MM, beliau menekankan bahwa,

Capping Day adalah langkah awal seorang perawat untuk siap melayani pasien. Pemasangan cap menjadi simbol bagi Mahasiswa/i perawat, dan pernyataan bahwa mereka sudah memenuhi syarat untuk mengaplikasikan kompetensi di lahan praktek.”

Beliau juga menambahkan “Tidak cukup hanya pintar secara teori, tetapi perlu memiliki nilai karakter, etika, dan budi pekerti yang baik, sikap empati, peka, penampilan professional yang baik ketika nanti turun berpraktik di rumah sakit.” Tidak lupa juga beliau memberikan selamat kepada orang tua dan mahasiswa dengan mengatakan, “Selamat kepada Bapak dan Ibu sekalian, terutama karena anak dari Bapak dan Ibu sudah siap memasuki dunia perawat;  dan kepada Mahasiswa/I sekalian, jadilah perawat yang ramah, bertanggung jawab dan melakukan segalanya dalam kasih.”

Gambar 2. Direktur Rumah Sakit Suaka Insan, dr. Sherly Nata, MM memberikan sambutannya.

Rangkaian sambutan pun diakhiri oleh sambutan dari Sr. Marsiana Maria, SPC.,M.Pd  selaku Ketua Yayasan Suaka Insan Suster-suster Santo Paulus dari Chartres. Dalam sambutannya beliau menyampaikan,

Menjadi perawat adalah suatu panggilan. Jika Mahasiswa/i sekalian sudah sampai pada titik ini, maka sudah sepantasnya kita mendukung mereka agar berhasil menjadi perawat yang profesional. Ada tiga hal yang harus dimiliki oleh perawat agar menjadi perawat yang handal. Pertama memiliki karakter yang menghidupkan nilai disiplin, memiliki sifat kesederhanaan, dan jiwa kerja keras.” Beliau juga berpesan “Mohon bantu para Mahasiswa/i ini. Kepada para senior Perawat di Rumah sakit, agar menjadi role model bagi mahasiswa, agar kolaborasi dapat sukses dan membuahkan hasil yang memuaskan. Dalam prosesnya, pasti ada kegagalan maupun masalah disana-sini, tetapi marilah tetap bekerja sama mewujudkan masa depan yang lebih baik lagi.”

Lebih lanjut, dalam wawancara terpisah, Ketua STIKES Suaka Insan, Sr. Imelda Ingir Ladjar, SPC, BSN.,MHA, mengungkapkan rasa syukur dan senangnya karena acara dapat berjalan dengan lancar.

Saya bersyukur acara ini dapat selesai dan berjalan dengan dengan lancar. Anak-anak (Mahasiswa/I. Red) akhirnya menyelesaikan acara ini tanpa kejadian yang luar biasa (Jatuh pingsan, Red). Saya juga melihat hikmat dan ketertiban yang ditunjukkan dalam dan sepanjang acarq sebagai hal penting dan bermakna. Lancar dan berhasilnya kegiatan atau acara malam ini, adalah berkat kerja sama yang baik, kerja keras, dan disiplin yang terintegrasi antara dosen dan mahasiswa.” Menurut beliau, acara sudah baik dan sesuai dengan runtutan acara sebagaimana mestinya, tetapi beliau juga sempat menyampaikan sedikit evaluasi yang mungkin harus menjadi perhatian kedepannya “Saya rasa mungkin karena tahun ini kita ada dua angkatan yang orangnya cukup banyak, dan memakan waktu yang cukup lama, karena kita tidak bisa melewati tahap-tahap yang ada. Saya sedikit terganggu pada saat pinning (pemasangan papan nama) oleh orang tua, terlihat bahwa orang tua agak kesulitan sehingga kita lama di bagian itu, mungkin kedepannya dibuat lebih simple dan lebih pas untuk orang tua yang sederhana sehingga dapat melakukan dengan cara yang simple  juga.”

Gambar 3. Ketua Yayasan Suaka Insan Suster-suster Santo Paulus dari Chartres, Sr. Marsiana Maria, SPC.,M.Pd sedang memberikan sambutannya.

Acara Capping Day berjalan dengan baik, lancar, khusyuk dan tertib. Tim jurnalistik mewawancarai beberapa tamu undangan dan panitia acara Capping Day. Beberapa dari mereka yang diwawancarai menyambut baik pertanyaan yang dilontarkan, dan dengan penuh semangat berbagi kesan, pesan serta pengalaman unik.

Bapak Bernadus Sadu, S. Tr. Ftr., M.Fis, AIFO, Dosen Fisioterapi yang pada saat acara bertugas sebagai Master of Ceremony (MC) mengatakan, “Menurut saya, acara malam hari ini sangat bagus sekali, karena moment ini tentu memberikan semangat bagi mahasiswa/I yang melakukan prosesi Capping. Pasti sangat berkesan, dan memotivasi mereka, apalagi ditambah dengan kehadiran orang tua mereka disini. Acaranya sendiri berjalan dengan baik, hanya sedikit kendala di sound system tetapi tidak begitu parah sehingga tidak menggangu jalannya acara malam hari ini.

Ibu Dania Relina Sitompul, S.Kep., Ners., M.Kep, Dosen Ilmu Keperawatan Anak, yang bertugas sebagai Florence Nightingale mengatakan, “Saya merasa senang dan bangga bisa dipercayakan membawakan lampu untuk Capping, Pinning, And Nightingale Lamp Ceremony malam ini. Saya lega karena selama saya maju dari belakang ke depan tadi, lampunya tidak padam. Semua mahasiswa/I tadi, hampir semuanya tidak ada yang lilin-nya mati, ada satu mahasiswi yang tadi sempat mati lampunya, mungkin itu karena AC, tetapi itu tidak ada kaitannya dengan mitos-mitos sebelumnya. Saya berharap, seperti cahaya lilin, mereka menyala dan menjadi penerang, menerangi harapan dan cita-cita mereka kedepannya. Lebih lagi, semoga mereka bisa lulus tepat waktu.

Gambar 4. Penyalaan Lampu Florence Nightingale. Ibu Dania Relina Sitompul, S.Kep.,Ners.M.Kep yang bertugas sebagai pembawa lampu.

Ibu Sukinah, Amd. Keb, Bidan, yang bertugas di Bangsal Clement Rumah Sakit Suaka Insan, mengatakan, “Acara ini adalah acara yang sangat luar biasa, terutama untuk perawat dan calon perawat karena moment ini tidak ada kalau kita tidak sekolah di keperawatan, dan ini satu-satunya moment yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa dimana dia akan mulai praktek dan mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat di sekolah; dengan acara ini juga mereka membangun jiwa untuk menjadi perawat yang handal.” Lanjut, pesan bagi mahasiswa “Bekerjalah sesuai dengan ilmu yang didapat selama pendidikan, kemudian aplikasikan kepada masyarakat sebagaimana yang didapat, semua ilmu yang didapat itu baik untuk kesehatan dan pelayanan.”

Sr. Emirenciana Teme, SPC, Mahasiswi STIKES Suaka Insan, Prodi Ilmu Keperawatan Semester IV, yang pada acara bertugas sebagai dirigen mengatakan “Dipercayakan menjadi dirigen malam hari ini merupakan pengalaman pertama saya. Perasaaan saya di awal tampil membawakan lagu Indonesia Raya, Mars Santo Paulus adalah gugup, kurang percaya diri sehingga terjadi kesalahan. Sebelumnya, pada saat latihan saya mengalami kesulitan dalam memahami ketukan birama lagu yang dibawakan. Agak kesulitan memang untuk menyesuaikan irama, apalagi untuk lagu Hymne STIKES Suaka Insan, sehingga saya harus benar-benar fokus dan berkonsentrasi. Tetapi, malam hari ini syukur Puji Tuhan tetap bisa berjalan dengan lancar.”

Nando, Mahasiswa STIKES Suaka Insan, Prodi Ilmu Keperawatan Semester IV, sebagai pembawa bendera mengatakan “Perasaan saya saat menjadi pembawa bendera pastinya sangat senang dan bangga karena untuk pertama kalinya. Saya juga merasa gugup karena dilihat oleh orang banyak dan puji Tuhan dipercayakan untuk membawa bendera STIKES Suaka Insan. Saya juga bersyukur, selama membawa bendera pada acara malam ini, tidak ada kendala dan dapat berjalan dengan lancar dan sukses”.

Ibu Bunek. E, orang tua dari Mahasiswi semester II Program Studi Sarjana Keperawatan, Yulia Angle M, mengatakan “Saya senang dengan acara malam hari ini. Selain dipanggil maju ke depan untuk memasangkan papan nama anak saya, saya kaget dan bersyukur sekaligus bangga karena ternyata anak saya tadi dipanggil maju ke depan karena mendapat peringkat pertama. Saya tentunya berharap anak saya menjadi anak yang lebih baik, menjaga diri, selalu rendah hati dan tidak terlalu berbangga diri, serta menjadi perawat yang handal, kreatif dan berinovasi. Saya berharap dia selalu belajar terutama untuk menjadi rendah hati.”

Bapak, Brianto Sandry orang tua dari Mahasiswi Semester IV, Betriani, membagikan pendapatnya. Beliau mengatakan “Saya sangat bangga dan bahagia karena dapat mengikuti acara pada malam ini, serta dapat menyaksikan anak saya yang mengikuti capping day. Acara pada malam ini sangat luar biasa sekali, dan sukses! Semoga kedepannya bisa lebih sukses lagi, dan selalu semangat untuk menggapai cita-cita“.

Gambar 5. Foto Bersama Mahasiswi-mahasiswi Berprestasi Semester II Program Studi Ilmu Keperawatan, bersama Wakil Ketua I, Ibu Maria Silvana Dhawo, S.Kep.,Ners.,MHPEd.

 

Nelson, Mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan, semester IV, yang menjadi salah satu Mahasiswa berpretasi yang dipanggil untuk menerima piagam penghargaan mengatakan “Perasaan saya saat mengikuti acara Capping Day sangat senang dan juga bangga karena bisa menjadi mahasiswa proficiat dan juga disaksikan oleh orang tua saya. Saya juga senang karena hasil dari kerja keras saya selama ini, saya bisa mendapat prestasi yang luar biasa. Namun, saya belum puas dengan pencapaian saya saat ini karena perjalanan masih jauh dan saya ingin lebih lagi dari yang sekarang. Kesan yang saya dapat dalam acara malam ini yaitu tentunya senang, ada panik dan cape juga, namun saya sangat puas karena semuanya sudah selesai dan bisa berjalan dengan lancar. Harapan saya kedepannya dapat mengusahakan peningkatan prestasi lagi dan terus bersemangat belajar.

Aprilia Ulan Dari, Mahasiswi berprestasi Prodi Ilmu Keperawatan semester IV, mengatakan Perasaan saat nama saya diumumkan sebagai salah satu mahasiswa yang mendapatkan peringkat, yang pasti sangat bahagia, bangga dan gugup juga saat maju ke depan. Harapan saya, bisa lebih sungguh-sungguh dalam belajar dan meningkatkan nilai. Motivasi bagi teman-teman yaitu, lakukan hal yang merupakan tanggungjawabmu dan berdoa kepada Tuhan untuk mengerjakan yang tidak bisa kamu lakukan.”

Yunia Angela M, Mahasiswi berpretasi Prodi Ilmu Keperawatan Semester II, mengatakan, “Perasaan saya gugup sekali dan juga sangat bangga karena dapat menjadi salah satu Mahasiswi yang mendapatkan penghargaan. Saya berharap dapat bisa lebih rajin belajar, dan dapat mempertahankan prestasi saya”.

Mutia, Mahasiswi berprestasi Prodi Ilmu Keperawatan Semester II mengatakan, “Saya sangat bangga sekali, saat saya diatas panggung senyum saya yang ditutupi oleh masker tidak ada berhenti-hentinya. Saya juga terharu bisa membuktikan kepada orang-orang, terutama orang tua saya bahwa anaknya di sini bisa bersaing dan bisa setara dengan banyak teman-teman yang luar biasa di STIKES Suaka Insan Banjarmasin ini. Harapan saya, prestasi ini dapat saya pertahankan dan saya tingkatkan, dan saya ingin bukan hanya di bidang akademik saja saya bisa namun non akademik juga saya bisa buktikan bahwa saya bisa mengukir prestasi yang luar biasa. Motivasi kepada teman-teman “Jangan pernah menyerah atau pun putus asa kerja keraslah, setiap orang memiliki garis start-nya masing-masing, dan yakinlah garis finish mu akan sangat luar biasa“.

Amanda Gracia, Mahasiswi berprestasi STIKES Suaka Insan Semester II, mengatakan, “Perasaan saya senang dan bangga karena bisa berada pada posisi ini, dan bisa menunjukkan kepada mereka bahwa ini adalah hasil usaha sama selama ini. Harapan saya semoga kedepannya bisa mempertahankan dan bahkan bisa meningkatkan prestasi saya menjadi lebih baik lagi. Pesan saya, gunakanlah waktu dan kesempatan yang ada untuk belajar, dan jangan mudah menyerah. Selalu semangat karena kamu pasti bisa!

Gambar 6. Perawat sebagai Pembaca Terang. Barisan Mahasiswa/I dengan memegang Lampu Florence Nightingale.

 

Dalam narasi yang dibacakan ketika prosesi penyalaan lilin, kita diingatkan kembali bahwa,

“Kini, kita memahami bahwa, merawat tidak saja memperoleh ilmu keperawatan yang terbaru dan modern, memakai teknologi-teknologi yang canggih, akan tetapi lebih dari itu, merawat adalah memberikan cahaya dan kehangatan cinta kasih dalam hati pasien-pasien yang beku oleh kecemasan akan penyakit mereka…dalam pengabdiannya, perawat tidak memandang pangkat, kedudukan, bangsa dan agama.

(Sejarah Keperawatan dan Falsafah STIKES Suaka insan, pada Acara Capping, Pinning, and Nightingale Lamp Ceremony)

 

Semoga semua mahasiswa/I yang baru saja melaksanakan kegiatan Capping, Pinning, and Nightingale Lamp Ceremony mendapatkan di dalam hati mereka, semangat perjuangan dan cinta kasih yang sudah menjadi warisan kebaikan dari perawat-perawat, dan semoga semangat dan api perjuangan untuk melayani yang menderita, dan menyembuhkan yang luka terus berkobar dalam hati setiap perawat-perawat pada masa saat ini. Salam Paulinian! Semangat, In Omnibus Caritas!.

Laporan kegiatan ini pun dapat dibaca secara lengkap pada Booklet berikut Capping Day 2022-Gita-Elis-Maria.

 

Dukung terus UKM Jurnalistik STIKES Suaka Insan untuk dapat terus berkarya dan melakukan peliputan berita dengan menyisihkan sebagian rejeki Bapak, Ibu, Saudara/I dan rekan-rekan sekalian melalui link Saweria berikut, https://saweria.co/UKMJurnalistikSSI. [UKM Jurnalistik].

 …

*Mahasiswi Semester VIII, Prodi Sarjana Keperawatan, STIKES Suaka Insan. Email: gitaphatika@gmail.com.

**Mahasiswi Semester II, Prodi Sarjana Fisioterapi, STIKES Suaka Insan, Email: elizabetkumi07@gmail.com.

***Pembina UKM Jurnalistik, STIKES Suaka Insan.Email: Mariafrani10@gmail.com.

 

 

 

 

 

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *