IMG20220712111505

STIKES Suaka Insan Berkomitmen untuk Ikut Serta dalam Program Responsif Gender

Banjarbaru, 12 Juli 2022. STIKES Suaka Insan, ikut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Selatan di Aula Dekenat, Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.
Pertemuan yang diselenggarakan ini, dihadari oleh Sr. Margaretha Martini, SPC dan Ibu Maria Frani Ayu Andari Dias. Pertemuan yang berlangsung kurang lebih tiga jam ini membahas mengenai program-program penting yang harus ditindaklanjuti dan dilaksanakan oleh perguruan tinggi untuk mewujudkan sekolah atau perguruan tinggi yang responsif gender.

Rapat Perguruan Tinggi Responsif Gender yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Selatan bersama Perguruan Tinggi Se-Kalimantan Selatan. Banjarbaru, 12 Juli 2022.

Hadir dalam kegiatan ini, Bapak Adi Santoso, S.SOS, M.SI, Kepada Dinas PPPA Provinsi Kalimantan Selatan yang memberikan sambutan sekaligus pemaparan materi tentang pentingnya perguruan tinggi yang responsif gender pada masa saat ini. Beliau juga mengatakan bahwa, perguruan tinggi yang menerapkan sistem responsif gender akan menjadi perguruan tinggi yang dapat mencetak sumber daya manusia yang berkarakter dan mampu bersaing di dunia pada saat ini.
“Responsif gender, bukan berarti langkah untuk hanya memilik satu jenis gender saja. Tapi adalah sebuah langkah dan aksi untuk dapat secara tepat, sesuai dan berimbang memperlakukan masing-masing gender sesuai dengan tugas dan fungsinya,” Demikian pemaparan dari salah satu narasumber pada pertemuan tersebut, yaitu Dr. Hj. Fatimah, M. HUM. Beliau adalah salah satu pelopor gerakan dan juga peneliti bidang gender di Universitas Lambung Mangkurat.
Lebih lanjut, setidaknya ada sembilan syarat agar sebuah sekolah tinggi, perguruan tinggi atau universitas dapat menciptakan perguruan tinggi yang responsif gender. Kesembilan hal tersebut, seperti yang termuat dalam panduan perguruan tinggi responsif gender (PTRG) adalah sebagai berikut:
  1. Membentuk Pusat Studi Gender dan Anak
  2. Membentuk Profil Gender Perguruan Tinggi
  3. Memiliki Peraturan Rektor/pimpinan tentang Implementasi Pengarusutamaan Gender di Perguruan tinggi
  4. Memiliki pendidikan dan pengajaran responsif gender
  5. Memiliki penelitian responsif gender (Cluster Gender Mainstreaming);
  6. Pengabdian kepada masyarakat yang responsif gender
  7. Tata kelola perguruan tinggi yang responsif gender
  8. Peran serta civitas akademiki dalam perencanaan sampai dengan evaluasi dan tindak lanjut Tri Dharma Perguruan Tinggi yang Responsif Gender.
  9. Zero Tolerance kekerasan terhadap perempuan dan laki-laki.
STIKES Suaka Insan, melalui kehadirannya pada rapat yang telah diselenggarakan ini, menyatakan komitmen dan juga keikutsertaannya dalam mewujudkan sekolah yang responsif gender dan aman bagi semua [MFA].

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *