WhatsApp Image 2022-11-22 at 9.31.28 AM

STIKES SUAKA INSAN DAN PT EMT MELAKUKAN PELATIHAN BASIC TRAUMA CARDIAC LIFE SUPPORT (BTCLS)

UKM Jurnalistik : Ahmad Surya Panarang & Mutia

Editor: Maria Frani Ayu Andari Dias

 

Banjarmasin, Rabu 9 November 2022. STIKES Suaka Insan menyelenggarakan kegiatan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang dilaksanakan selama 5 hari, sejak tanggal 01 sampai dengan 05 November 2022 di Aula STIKES Suaka Insan. Kegiatan dibagi menjadi dua yaitu secara daring dan luring. Kegiatan daring dilakukan sejak tanggal 01-03 November 2022, dan kegiatan luring dilakukan sejak tanggal 04-05 November 2022.

STIKES Suaka Insan melaksanakan kegiatan ini bekerjasama dengan PT Emergency Medical Training dengan beberapa kategori khusus. Kategori yang pertama adalah Mahasiswa Profesi Ners yang sedang menjalankan praktek stase. Kategori yang kedua adalah Mahasiswa Profesi Ners yang sudah lulus, tetapi sedang menunggu hasil uji kompetensi. Kategori yang ketiga adalah perawat-perawat dari berbagai institusi kesehatan baik itu Rumah Sakit atau Puskesmas di Kalimantan Selatan maupun di Kalimantan Tengah.

Kegiatan Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support ini dihadiri oleh 60 Peserta, dengan Penanggung Jawab kegiatan ini adalah Ketua STIKES Suaka Insan yaitu Sr. Imelda Ingir Ladjar SPC, BSN, MHA. Ketua panitia kegiatan yaitu Ibu Theresia Jamini, S.Kep,Ners.,M.Kep, dan Bapak Rojikin S.Kep., Ners sebagai direktur PT EMT serta 3 instruktur dari PT EMT tersebut.

Tujuan dari kegiatan Pelatihan BTCLS ini adalah sebagai upaya untuk memberikan bekal kepada seluruh peserta dalam praktek klinik terutama praktek keperawatan kegawatdaruratan,  dan juga keperawatan bencana alam. Bagi mahasiswa/i profesi ners yang sedang menjalankan praktek, pelatihan ini menjadi salah satu syarat untuk bisa melakukan praktek stase keperawatan gawat darurat di rumah sakit. Sedangkan, untuk Mahasiswa Ners yang sudah lulus dan sedang menunggu hasil uji kompetensi, pelatihan ini akan menjadi bekal bagi mereka dalam mencari pekerjaan. Bonusnya, peserta yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan sertifikat sebagai pendamping ijazah untuk mencari pekerjaan di kemudian hari nanti. Dengan catatan, sertifitat ini memiliki batas waktu yaitu selama 3 tahun setelah pelaksanaan, sehingga perlu mengikuti kegiatan ini kembali untuk meng-upgrade skill peserta.

Dalam kegiatan Pelatihan BTCLS ini, selain menggunakan phantom sebagi alat bantu pembelajaran, ada beberapa sukarelawan yang dijadikan probandus para peserta, yaitu atas nama Muhammad Allan Saputra dan Nemesius Franky Da Costa yang juga merupakan mahasiswa STIKES Suaka Insan. Tidak lupa juga panitia mengumumkan peserta terbaik sebagai apresiasi semangat para peserta selama kegiatan berlangsung, yaitu yang pertama atas nama Amabel, yang kedua atas nama Ricky dan yang ketiga atas nama Imuninesa.

Dalam wawancara singkat, ketua panitia Theresia Jamini, S.Kep,Ners.,M.Kep mengatakan “Kegiatan ini memang sungguh bermanfaat bagi mahasiswa yang sedang menjalankan praktek stase dan juga bagi mereka yang sudah lulus dan sedang menunggu hasil uji kompetensi, dan juga bagi perawat-perawat yang memang sudah menjalankan tugas-tugasnya sekian tahun yang ingin meng-update ilmunya kembali. Jadi, meskipun mereka masih mahasiswa mereka sudah dibekali dengan penanganan kasus kegawatdaruratan dan juga bencana alam. Saya melihat seluruh panitia juga sungguh sangat kompak dalam menerima para instruktur yang jauh-jauh datang dari Jakarta sehingga mereka mempunyai kesan yang sangat baik sekali terhadap pelayanan dan penerimaan dari kepanitiaan di STIKES Suaka Insan.” .

Gita Permata Hatika, salah satu peserta kegiatan pelatihan, yang juga adalah Mahasiswi program Ners mengatakan, “Puji Tuhan, perasaan saya sangat senang, pengalaman selama pelatihan lima hari secara online dan offline tentu sangat menyenangkan. Terutama dua hari offline paling berkesan bagi saya, meskipun ketika pulang ke asrama saya langsung tertidur karena kecapean, tetapi ilmu yang saya dapat benar-benar membuat saya mengerti bagaimana melakukan bantuan hidup dasar, bagaimana melakukan initial assessment dengan benar, serta melakukan defribilasi dan membaca EKG dengan mudah. Pembelajaran selama pelatihan tentu sudah diajarkan selama saya menempuh S1 Keperawatan tetapi ada feel yang berbeda yang menambah wawasan saya” .

Natalia Adrian Hipir, peserta kegiatan yang pada saat ini sedang menunggu hasil uji kompetensi ners nasional mengatakan, “Ketika dilakukan kegiatan secara online, saya merasa sangat suntuk karena harus berhadapan dengan layar laptop berjam-jam. Namun, ketika dilakukan secara offline saya merasa sangat puas dengan apa yang diajarkan oleh pengajar, karena mereka mengajar dengan sangat baik dan jelas tentunya sangat mudah untuk di mengerti” .

Muhammad Allan Saputra, Mahasiswa STIKES Suaka Insan, probandus untuk kegiatan ini mengatakan m“Saya kagum pada para peserta yang belajar keras, terus kerja samanya sangat kompak, sehingga bisa melewati BTCLS dengan lancar. Perasaan saya juga senang karena saya bisa belajar dan sudah tahu terlebih dahulu sehingga ada persiapan untuk ners nanti. Menariknya, pada saat saya sebagai probandus di kegiatan tersebut saya ikut panik dan mikir juga seperti pesertanya.”

Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini terus hadir dan mewarnai jadwal kegiatan program studi dan sekolah, serta beranda-beranda sosial media STIKES Suaka Insan. Salam jaya! In Ombibus Caritas.

Dukung terus UKM Jurnalistik STIKES Suaka Insan untuk dapat terus berkarya dan melakukan peliputan berita dengan menyisihkan sebagian rejeki Bapak, Ibu, Saudara/I dan rekan-rekan sekalian melalui link Saweria berikut, https://saweria.co/UKMJurnalistikSSI. [UKM Jurnalistik].

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *